Sabtu, 02 Juni 2012

Makharijul Huruf

Dalam ilmu tajwid dan qiraah dikenal istilah makharijul huruf. Makharijul merupakan bentuk jamak dari kata makhraj, yang artinya tempat keluar dan al-huruf artinya huruf yang memiliki bentuk jamak al-huruufu, sehingga membentuk kata majemuk makhaarijul huruuf.
Secara bahasa, makharijul huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf ketika huruf-huruf itu diucapkan. Sedangkan secara istilah, makharijul huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf ketika huruf tersebut dibunyikan. Ketika membaca Al-Qur’an, setiap huruf harus dibunyikan sesuai makhraj hurufnya. Kesalahan yang sering kita temukan adalah mengucapkan huruf atau makhraj huruf yang tidak sesuai dengan tempatnya, sehingga dapat menimbulkan perbedaan makna atau kesalahan arti pada bacaan yang telah dibaca. Kesalahan ini bahkan dapat menyebabkan dosa, terutama jika dilakukan dengan sengaja dan sadar.
a.    
              a. Pembagian Makharijul Huruf
Terdapat perbedaan pendapat mengenai pembagian makharijul huruf. Imam Syibawaih dan Asy-Syatibhi berpendapat bahwa makhraj huruf ada 16, sedangkan menurut Imam Al-Fara ada 14 makhraj huruf. Namun, dalam kitab Ar-Raid Fi Tajwidil Qur’an, Ibnu Jazari berpendapat bahwa makhraj huruf terbagi ke dalam 17 bagian. Ini adalah pendapat yang paling kuat. Selanjutnya, ke-17 makhraj huruf ini dibagi ke dalam lima tempat, sebagai berikut :
1.      
            Rongga Mulut (al-Jauf)
Huruf-hurufnya adalah alif, wau, dan ya’ dalam keadaan sukun.
2.       Tenggorokkan (Al-Halq)
-          Tenggorokkan terdekat (Adnan Halqi)              : Kha dan Ghain
-          Tenggorokkan tengah (Wasthul Halqi)              : ha dan ‘ain
-          Tenggorokkan terjauh (Aqshal Halqi)                : hamzah dan Ha

3.       Lidah (Al-Lisan)
-          Pangkal Lidah (Aqshallisan)
o   Dengan langit-langit belakang               : Qaf
o   Di depan makhraj huruf Qaf                  : Kaf
-          Tengah Lidah (Wasthullisan) dengan langit-langit tengah         : Kha, ya’ dan Syin
-          Lidah terdekat (Adnallisan)
o   Bertemu dengan langit-langit depan                                  : Lam
o   Di belakang makhraj huruf Lam                                            : Nun
o   Di belakang huruf Nun dengan memasukkan punggung lidah : Ra’
-          Ujung Lidah (Tharfullisan)
o   Ujung lidah dengan gusi dua gigi seri atas                        : Tha, Dal, dan Ta’
o   Ujung lidah dengan dinding dua gigi seri atas                 : Tsa, Zha, dan Dzal.
o   Ujung lidah diantara dua gigi seri                                         : Sin, zai, dan Shad.

4.       Dua Bibir (Asy-Syafatain)
-          Merapatkan bibir                                                        : Wau dan Mim
-          Mengumpulkan/memonyongkan dua bibir     : Wau
-          Menyentuh ujung dua gigi seri atas dengan bawah : Fa’

5.       Rongga Hidung (Al-Khaisyum)
-          Khaisyum yaitu huruf yang keluar dari pangkal hidung. Makhraj ini keluar satu makhraj, yaitu huruf-huruf dengung (al-ghunnah). Setidaknya ada empat tempat yang berbunyi dengung. Salah satunya adalah ghunnah musyaddadah.

0 Komentar

Poskan Komentar