Dalam Melagukan bacaan Alquran ada beberapa hal yang harus perhatikan adalah:
1. Niatkan membaca hanya karena Allah bukan karena ingin mendaparkan pujian
2. Niatkan dengan kita membaca Al-Qur'an dengan suara merdu, kita berharap orang lain yang mendengarkan bisa termotivasi untuk juga membaca Al-Quran.
3. Berwudulah terlebih dahulu sebelum membaca Al-Quran jika memungkinkan, dan jika bisa menghadap kiblat.
Para Qori atau Qori'ah biasanya dalam membaca Alquran menggunakan makamat arabiyyah atau Lagu dalam bahasa Arab.
Tingkatan-tingkatan lagu dalam membaca Alquran adalah:
1. Bayati
2. Hijaz
3. Shaba
4. Rash
5. Jaharkah
6. Sikah
7. Nahawand
Lagu bayati adalah nada suara paling rendah, sedangkan nahawand suara tinggi. Beberapa orang membagi-bagi lagi makamat di atas. Sedangkan Tingkatan nada(Tinggi rendahnya suara) adalah:
1. Nada Qarar(Rendah)
2. Nada Nawa(Sedang)
3. Nada Jawab(Tinggi)
4. Nada Jawabul Jawab
Namun yang terpenting juga dalam melagukan Al-Quran adalah harus benar hukum tajwidnya agar tidak berubah maknanya atau artinya.
Adapun alasan mengapa hukum membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah fardu ‘ain, Imam Ibn Al-Jazari mengatakan, yang artinya: “ Membaca (Al-Qur’an) dengan tajwid hukumnya wajib, siapa yang membacanya dengan tanpa bertajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur’an, dan dengan demikian pula Al-Qur’an sampai kepada kita dari-Nya.’’